wedangan rumah nenek

Posted on Updated on

Wedangan Rumah Nenek
Wedangan Rumah Nenek

Pada umumnya, yang kita ketahui bangunan kuno selalu identik dengan hal-hal yang menyeramkan. Namun bangunan kuno tak harus melulu menjadi tempat yang angker, tempat itu juga bisa difungsikan menjadi suatu tempat yang layak pakai. Seperti Berto, Ayah dari satu anak ini berani menyulap sebuah rumah kuno yang terletak di jantung Kampung Batik Laweyan menjadi sebuah tempat wedangan yang layak.Diakui oleh Berto, alasan ia memilih rumah kuno bercorak kolonial yang terletak di Jalan Sidoluhur 58, Laweyan, Solo ini adalah karena ingin memunculkan sesuatu yang berbeda dari sebuah tempat makan yang tentunya tak meninggalkan unsur budaya yang ada. Selain itu, setiap bulannya secara berkala akan digelar beberapa event seperti batik fashion, musikalisasi puisi, kegiatan pemotretan, dan sebagainya.

Layaknya wedangan-wedangan yang lainnya, di wedangan yang diberi nama Rumah Nenek inipun juga menawarkan makanan, minuman serta kudapan yang tak asing lagi bagi Anda para pecinta wedangan.

Suasana Wedangan Rumah Nenek
Suasana Wedangan Rumah Nenek

Sembari menikmati hidangan dengan alunan live music, Anda juga akan dimanjakan oleh view arsitektur kuno dan suasana bangunan yang bercorak khas kolonial Belanda yang dibangun tahun 1874. Tak perlu merogoh kocek yang dalam untuk bisa bertandang ke tempat ini. Jadi, jangan sampai ketinggalan untuk berkunjung ke wedangan Rumah Nenek yang buka setiap hari kecuali hari Selasa pada pukul 5 sore hingga pukul 01.00 dini hari.

(Delta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s